Selasa, 01 Mei 2018

FTIK GELAR SEMINAR DAN WORKSHOP TAHFIZH QUR’AN BERTAJUK HYPNOTIC QUR’AN

Batusangkar (18/4) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Batusangkar menggelar seminar dan workshop tahfiz qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kepedulian FTIK IAIN Batusangkar dalam rangka menyukseskan visi dan misi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar menuju kampus yang integratif, interkonektif,berkearifan lokal dan bereputasi global. Selain itu, kegiatan yang diadakan selama dua hari tersebut juga menjadi sarana bagi seluruh guru tahfidz se-Tanah Datar untuk mencari formula baru dalam mengajarkan tahfizh kepada santri sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar yakni menjadi Kabupaten 1000 Tahfizh.

Agenda yang digelar selama dua hari yang bertempat di Aula Auditorium IAIN Batusangkar tersebut bertajuk “Dahsyat Menghafal Alqur’an dengan Metode Hypnotic Qur’an”. Kegiatan inisecara resmi dibuka oleh Dekan FTIK IAIN Batusangkar yakni Dr.Sirajul Munir, M.Pd. Beliau berujar “Kegiatan ini sengaja diangkat sebagai bentuk kepedulian FTIK IAIN Batusangkar dalam mewujudkan visi dan misi kampus, serta menyambut visi Pemerintah Daerah dalam menyiapkan 1000 penghafal Alqur’an. Selain itu, kegiatan ini merupakan cara FTIK IAIN Batusangkar dalam menghasilkan lulusan yang memiliki hafalan minimal 1 juz, serta mampu menjadi mentor bagi mahasiswa lain.
Kegiatan yang digawangi oleh Nina Suzanne, M.Pd dan Deni Asrida, S.Pd.I, M.Pd dihadiri oleh 300 peserta dengan menghadirkan narasumber nasional, Ustadz Edy Susanto, SQ., S.Pd.I., M.Pd.I yang merupakan pengasuh dari pesantren Motivator Qur’an yang memiliki ke-khas-an dengan menggunakan metode Hypnotic Qur’an. Pada kegiatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa yang paling utama dalam menghafal Al-Qur’an bukanlah hanya sekedar menghafal, namun bagaimana kita mencintai terlebih dahulu Kitab Suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam serta menghadirkan Al-Qur’an pada setiap langkah dan gerak hidup. Selain itu poin penting yang cukup menjadi sebuah renungan bagi generasi muda terutama mahasiswa FTIK IAIN Batusangkar adalah saat beliau menyampaikan “segalau-galaunya orang menghafal Al-Qur’an masih jauh lebih baik dari pada orang yang tidak hafal Qur’an meskipun dalam kondisi bahagia, karena Al-Qur’an itu adalah madu yang candunya akan membuat ketagihan bagi orang-orang yang pernah mencicipinya”.
Selain kegiatan seminar, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 18 – 19 April 2018 tersebut juga dilaksanakan workshop dengan sasaran fokus pada mahasiswa FTIK IAIN Batusangkar. Peserta workshop yang hadir merupakan mahasiswa utusan dari masing-masing jurusan di FTIK IAIN Batusangkar berdasarkan rekomendasi ketua jurusan. Mahasiswa yang ikut pada kegiatan workshop merupakan calon mentor pagi mahasiswa pada jurusan masing-masing. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Dr. Fadriati, M.Ag pada sesi penutupan kegiatan bahwa “mahasiswa terbaik yang merupakan utusan dari masing-masing Ketua Jurusan hendaknya memberikan sumbangsih kepada FTIK dalam membantu teman-teman di jurusan masing-masing untuk menghafal Al-Qur’an, menuntaskan target hafalan minimal 1 juz serta mengadakan follow up kegiatan dengan membentuk kelompok atau komunitas dengan tujuan untuk menjadi mentor bagi teman-teman di FTIK”.

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :