Feedback Alih Status UIN Batusangkar

 

  • Mahasiswa Berprestasi
  • Mahasiswa Jurusan Tadris Kimia
  • Anggota UKM Riset dan Karya Tulis IAIN Batusangkar

Prestasi membanggakan yang telah diraih IAIN Batusangkar. Peringkat satu dari tiga IAIN yang dinyatakan lolos menjadi UIN. Proposal alih status IAIN menjadi UIN diikuti oleh 9 IAIN lainnya, yang kemudian hanya 3 IAIN yang dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020. Untuk memenuhi target peralihan IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, ada beberapa perjuangan yang harus dilewati yaitu visitasi lapangan oleh tim asesor.

IAIN Batusangkar berada di kabupaten Tanah Datar. Luhak Nan Tuo julukan untuk kabupaten Tanah Datar dengan beberapa ciri khas yang terkenal adalah sejarah, budaya, objek wisata, dan kulinernya. IAIN Batusangkar berjuang mengalihkan namanya menjadi UIN. Hal ini sangat didukung oleh pemerintah daerah Tanah Datar yang sangat bersinergik. Dalam mewujudkan perjuangan IAIN Batusangkar, pemerintah daerah Tanah Datar membuat jalinan kerja sama (MoU) dengan IAIN Batusangkar.

Tentunya kerja sama ini akan membawa keuntungan kedua belah pihak. Pemerintah daerah Tanah Datar memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya itu saja, pemerintah daerah Tanah Datar juga memiliki visi dan misi besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya. Tekadnya terus diupayakan berbagai usaha dengan membenahi infrastruktur pendukung objek yang diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah. Sementara tekad IAIN Batusangkar adalah menjadi UIN Batusangkar yang diyakini mampu mendatangkan mahasiswa dari nusantara bahkan dari luar negeri. Kedua tekad ini dituang dalam MoU yang ditanda tangani.

IAIN Batusangkar menjadi perhatian yang sangat penting untuk merencanakan pembangunan di bidang pendidikan. Mengingat tekad kabupaten Tanah Datar amat serius dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya, tentunya daerah tersebut membutuhkan Perguruan Tinggi yang mampu bersaing secara global. Daya saing ini nantinya akan melibatkan berbagai sektor dan kemajuan yang sangat diharapkan. Pergururan tinggi yang sudah berumur 66 tahun ini memiliki andil untuk menciptakan daya saing global di berbagai sektor. Salah satu upaya untuk bersaing global adalah menciptakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ideal.

Tanah datar memiliki sejarah keislaman yang elok sehingga terciptanya sebuah perguruan Tinggi di Batusangkar. Adanya kerajaan Pagaruyung yang berakhir dengan corak Islam oleh Sultan Alif, tidak bisa dipungkiri bahwa Tanah Datar dulunya sebagai salah satu tempat penyebaran Islam. Dibawah pimpinan sultan Alif, terbentuk sebuah sistem “Tigo Tungku Sajarangan” yang merupakan perpaduan antara kesultanan (Pemerintah), Cadiak Pandai (Kalangan Cendikia) dan Alim Ulama (Ulama). Sistem ini yang memperlihatkan adanya pengiriman ulama-ulama dari Pagaruyung ke daerah lainnya di nusantara.

Sudah lebih setengah abad usia IAIN Batusangkar, tentu saja sudah menghadapi berbagai persoalan dari sejarah pembangunan Tanah Datar. Saat ini IAIN Batusangkar telah tiba masanya untuk mengalihkan namanya menjadi UIN Batusangkar. Dengan adanya pengalihan nama ini menjadi sebuah tolak ukur sejauh mana pendidikan menggiring pembangunan daerah Tanah Datar. Selain menjadi tolak ukur dalam pembangunan, pengalihan status ini juga menjadi penguatan budaya lokal daerah Tanah Datar. Beragam aset budaya yang sudah ratusan tahun, sudah semestinya masyarakat memperhatikan kearifan lokal agar tidak hilang ditelan masa dan tidak hilang karena persaingan global. Budaya yang berada di Tanah datar menjadi ciri tersendiri bagi IAIN yang akan alih status menjadi UIN dan tentunya dengan adanya alih status, IAIN yang sudah menjadi UIN akan semakin bangga memperkenalkan budaya yang ada di Tanah Datar.

Dengan adanya alih status ini juga merupakan suatu kesempatan bagi Institut untuk dapat membuka Fakultas dan jurusan baru. IAIN Batusangkar memiliki 4 Fakultas dan 26 jurusan, sudah 7 jurusan yang memiliki Akreditasi A dan 15 jurusan yang sudah B. Dengan menjadi UIN, nantinya jurusan baru yang tentunya sangat dibutuhkan di daerah tersebut dapat dibuka.  Kini IAIN Batusangkar dalam mengalih nama sudah berada di keputusan menteri. “InsyaAllah proses ini akan dilanjutkan dengan visitasi lapangan oleh tim Asessor dengan mengunjungi IAIN Batusangkar dan 9 PTKI yang lain pada akhir Feb 2021 ini atau selambatnya awal maret 2021.” ucap bapak Dr. Marjoni Imamora, M.Sc selaku rektor IAIN Batusangkar. Beberapa langkah lagi menuju berakhir di keputusan Presiden.

Sebagai seorang aktivis mahasiswa di jurusan sains, saya mengamati bahwa alih status IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar amat sangat layak. Selain memiliki SDM yang sangat unggul, IAIN Batusangkar juga memiliki kekhususan di sains Islam, kegiatan kemahasiswaan yang terarah dan sarana prasarana yang sangat memadai. Sumber:http://iainbatusangkar.ac.id/