Sosialisasi penyelenggaraan konferensi internasional dan penerbitan prosiding terindeks scopus

 

Batusangkar, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar dan Universitas Negeri Padang (UNP) terus berinovasi dan bersinergi dalam meningkatkan dalam menghadapi konferensi dan mutu tulisan agar bisa terindeks di Scopus, acara ini digelar pada hari Senin, 22/02/2021 di aula kampus I IAIN Batusangkar.
Acara ini di kemas sebelum Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar menghadapi Internasional Conference On Education V (ICOE-V) yang akan di gelar perkiraan bulan September atau di bulan Oktober tahun 2021 mendatang.


Acara yang diikuti oleh panitia konferensi serta calon penulis pada ICOE V tersebut dibuka oleh rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. dengan mengambil tema “Sosisalisasi Penyelenggaraan konferensi Internasional dan Penerbitan Prosiding Terindeks Scopus”
Dalam sambutannya Marjoni Imamora menyarankan agar seluruh dosen IAIN Batusangkar selalu berpacu untuk menulis di jurnal. Khusus untuk calon guru besar atau profesor, wajib memiliki tulisan yang terindeks di Scopus. Sampai saat ini itulah syarat utama untuk menjadi guru besar” ujar Marjoni.
Hadir sebagai pemateri Yohandri, M.Si., Ph.D. dosen UNP yang juga menjabat sebagai Kepala LPPM UNP dan telah berkali kali melaksanakan konferensi internasional yang prosiding nya terindeks di Scopus. Dalam makalah nya Conference Management System Yohandri menjabarkan seluk beluk konferensi internasional.
“Conference hari ini sudah harus dilaksanakan secara digital dan sistematis sehingga tidak perlu banyak lagi panitia konferensi tersebut. Banyak penyedia Conference online yang bisa disewa dan terindex di Scopus” jelas Yohandri alumni S3 dari universitas ternama di Jepang.
Dosen lebih disarankan untuk menulis di jurnal dari pada prosiding karena nilainya berbeda. Prosiding hanya memiliki 1 poin sedangkan artikel jurnal memiliki 7 poin untuk penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Sehubungan dengan penjelasan Yohandri tersebut sepertinya ICOE V yang akan digelar bulan Sep/Okt nanti harus di rebranding atau direpaging sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. “Ada beberapa penerbit internasional yang bisa mempublikasikan prosiding seperti IOP, IEEE, Elsevier, dll” tegas Yohandri. (hm/dn/tim)