Rektor Dr. Marjoni Imamora, M.Sc Paparkan Perkembangan IAIN Batusangkar Di Hadapan Anggota DPR RI Komisi VIII

 

Keterangan Gambar : Rektor IAIN Batusangkar Serahkan Cendra Mata ke Ketua Komisi VIII DPR RI

Padang Komisi VIII DPR RI yang membidangi, Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Penanggulangan Bencana, Badan Amil Zakat dan Badan Wakaf Indonesia, kunjungi Sumatera Barat.

Dalam rangka kunjungan kerja spesifik anggota DPR RI komisi VII hadir antara yakni Yandri Susanto, Ina Ammania, John Kenedy Azis, Mohammad Saleh, Saiful Rasyid, Lisda Hendrajoni, Achmad, M Asli Chaidir, Nasril Bahar serta Sekretariat Komisi.

Tujuan kedatangan DPR RI komisi VII ke Sumbar antara lain melakukan pertemuan dengan Rektor perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri, yakni Universitas Negeri Islam (UIN) Imam Bonjol Padang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar dan IAIN Bukittinggi dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan negeri.

IAIN Batusangkar yang dihadiri langsung oleh Rektor Dr. Marjoni Imamora, M.Sc yang juga didampingi oleh Kapala BIRO AUAK Drs. H. Yasrizal, MA.

Komisi VIII DPR RI menilai terlalu lama melaksanakan perkulihan secara daring akan berefek buruk terhadap kualitas dan karakter mahasiswa kerena itu perkulihan tatap muka harus segera diupayakan.

“Kita sudah lihat hampir dua tahun pandemi COVID-19, pendidikan menjadi salah satu sektor yang terimbas, harus melaksanakan pembelajaran daring sehingga tidak optimal. Jika terus dibiarkan akan terjadi lost generation,” kata Ketua Komis VIII DPR RI Yandri Susanto saat melaksanakan kunjungan kerja meninjau UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (8/9/2021).

Menanggapi hal itu, Rektor IAIN Batusangkar memaparkan kita di IAIN Batusangkar sudah melakukan pertemuan dengan Satgas Covid-19 Kab. Tanah Datar dan juga sudah menggantongi izin rekomendasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka/secara luring terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“perkuliahan memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan bagi seluruh civitas, perkuliahan tatap muka terbatas (Blanded Learning) komposisi 25 % tatap muka dan 75 % daring”

Marjoni juga paparkan program rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang IAIN Batusangkar, terutama Tri Dharma PT yang Integratif, Interkonektif, Bermutu dan Moderat untuk menyauti Revolusi Industri 4.0, dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik berbasis RB, ZI-WBK/WBBM dan E-SMS dengan SDM yang unggul dan ramah IT, mengupayakan semua prodi/jurusan terakreditasi A/unggul, dan akan menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, produktif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Disamping itu IAIN Batusangkar sedang melakukan transformasi menjadi UIN, yang sudah memasuki tahap pengajuan oleh Kementarian Agama RI ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tertanggal 30 Agustus 2021 kemaren, ini semua tidak terlepas perjuangan dan do’a kita bersama dengan dukungan penuh dari Pemprov Sumbar, Kanwil Agama Sumbar, Pemkab Tanah Datar dan juga harapan besar keluarga besar IAIN Batusangkar.”tutup marjoni.(hm/dn)